Wednesday, January 7, 2009

Pernahkah...




Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintaiKamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu,


Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamuCinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka


Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta


Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mataKepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwanaDan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semuPadahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimuItulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya


Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusiaDitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy


Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarahMenuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan RasulnyaDan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu,satu jam bersama serasa satu menit saja. Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah. Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmuMemelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada AllahItulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki


Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semesta, Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunyaTak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadianKeharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintaiKarena Allah adalah kekasih Zat yang abadi


Cintailah kekasihmu setulusnya maka Allah akan mencintaimu


Karena Allah mengajarkan cinta tulus dan agung


Cinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisanSeperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada IllahiItulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki

Teruntuk Para Pecinta...

Assalamualaikum Ayah...

Jakarta, 8 September 2008

Teruntuk Ayah Tercinta
di-
Peraduan Abadi

Assalamualaikum Ayah... Apa kabar ayah di sana??? Rindukah Ayah Kepada Ananda???
Yah, malam ini ananda ingin meminta restu dari Ayah dan Bunda, Insya Allah ananda akan meninggalkan nanggroe tanyo yang tercinta ini esok siang. Ananda hendak menuntut ilmu di negeri orang.


Alhamdulillah yah...Allah telah mengizinkan ananda mampu memenuhi keinginan yang pernah ayah utarakan beberapa tahun sebelum ayah pergi, ananda ingat betul hal itu yah...
Yah, doakan ananda mampu menjadi orang yang ayah inginkan, doakan ananda mampu bertahan dengan segala keadaan dan kondisi yang jauh berbeda dengan disini... Seandainya ayah ada disini, pastinya ananda lebih bahagia dalam melewati detik-detik kepergian ini...

Malam semakin larut ketika keinginan restu ini ananda pinta dari ayah... beribu ucap syukur hanya kepada Allah ananda persembahkan, semoga ananda tetaplah ananda yang ayah syukuri selama ini. Biarkan airmata yang terurai mengingatmu terus mengalir dan tanpa pernah bertanya “tia, akankah engkau menantiku???”
Ayah,.. Sungguh ananda masih belum paham dengan irama hidup yang ananda alami selama ini. “Sebatang kara” adalah satu kata yang berarti kesendirian yang tak miliki orang lain, namun kata-kata tersebut kini menghantarkan ananda dalam masalah yang tak pernah nanda sadari menjadi dilema besar sebelum kepergian nanda yah...begitu banyak orang yang menginginkan nanda, begitu banyak orang yang ingin tahu keadaan nanda dalam kondisi apapun. Sehingga bila ananda khilaf, ananda telah menyakiti orang lain yah...

Hidup adalah rangkaian perjuangan
Perjuangan untuk menang dalam keadaan apapun
Maafkan ananda bila selama ini nanda belum patut menjadi
anak yang pantas buat ayah dan bunda
Kerinduan akan belaian ayah bunda
Akan kuutarakan dalam rintihan doa cinta kepada Allah
Hamba hanya makhluk lemah
Ya Allah, berkahi dan Rahmatilah hamba selalu di jalan-Mu
Lindungilah hamba dari kekufuran
Setelah ini hanya akan ada airmata kebahagiaan
Amien......



"Surat untuk ayah yang kesekian kalinya.....!"